Popular Posts
-
MAKALAH LANDASAN DAN TUJUAN PENDIDIKAN PANCASILA Dosen Pembimbing Ho...
-
ANALISIS JURNAL INTERNASIONAL “ Traditional Chinese Medicine Fo...
-
MAKALAH BENTUK LAIN BADAN USAHA Materi Diskusi Kuliah Pen gantar Bisnis Hari Kamis, Pukul 10.40 WIB Ruang Kuliah 01.I Oleh ...
-
...
-
RANGKUMAN FUNGSI PEMASARAN Tugas Pengatar Bisnis Oleh Nanda Tri Armada (160810201208) Kelas B/ Ruang.01.I A. Pengertian Men...
-
OPTIMALISASI TEK NOLOGI GILING PABRIK GULA DALAM PENINGKATAN SWAGUNAS ( SWASEMBADA GULA NASIONAL ) ...
-
Cara Menulis Artikel dengan Mudah Artikel adalah karangan pendek, berkisar antara 300 sampai 1.000 kata, yang membahas tema tertentu ya...
-
Kelebihan dan Kekurangan Xiaomi Redmi 2 Xiaomi merupakan produsen yang terhitung belum lama memasarkan produknya di Indonesia, namun i...
-
Teknologi yang berkembang pesat memaksa mahasiswa dan karyawan untuk bisa memilih laptop yang tepat, guna menunjang aktivitasnya. Jika masi...
Blogger templates
Blogger news
Blogroll
About
Blog Archive
-
▼
2016
(11)
-
▼
November
(11)
- Dokumenter FEB UNEJ 2016
- Spesifikasi Xiaomi MI5
- Cara Menulis Artikel dengan Mudah
- Fungsi Manajemen Pemasaran
- Keunggulan Laptop Lenovo YOGA 900 (onekey recovery)
- OPTIMALISASI TEKNOLOGI GILING PABRIK GULA DALAM PE...
- ANALISIS JURNAL INTERNASIONAL “Traditional Chi...
- makalah bentuk lain dan badan usaha
- Makalah landasan dan tujuan pendidikan pancasila
- Makalah HAM
- Makalah Hukum Islam
-
▼
November
(11)
Diberdayakan oleh Blogger.
Mengenai Saya
Senin, 14 November 2016
ANALISIS
JURNAL INTERNASIONAL
“Traditional Chinese Medicine
Formulas for the Treatment of Osteoporosis: Implication for Antiosteoporotic
Drug Discovery”
TUGAS
P2MABA
Diajukan guna melengkapi
tugas P2MABA
oleh
Sukma
Ningrum
NIM
162310101194
PROGRAM STUDI
ILMU KEPERAWATAN
UNIVERSITAS
JEMBER
2016
PRAKATA
Puji syukur ke hadirat Allah SWT. Atas segala rahmat
dan karunia-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan analisis jurnal yang
berjudul “Traditional
Chinese medicine formulas for the treatment of osteoporosis: Implication for
antiosteoporotic drug discovery”. Analisa jurnal ini guna memenuhi tugas P2MABA tahun 2016 pada jurusan
Program Studi Ilmu Keperawatan Universitas Jember.
Penyelesaian
analisis jurnal ini tidak lepas dari bantuan pihak lain. Oleh karena itu,
penulis menyampaikan terimakasih kepada kakak tingkat dan teman-teman yang
telah membantu dalam menganalisa jurnal ini.
Penulis juga
menerima segala kritik dan saran dari semua pihak demi kesempurnaan analisa
jurnal ini. Akhirnya penulis berharap, semoga analisa jurnal ini dapat
bermanfaat.
Jember, 14 Oktober 2016
Penulis
DAFTAR ISI
Halaman
HALAMAN JUDUL............................................................................................... i
PRAKATA.............................................................................................................. ii
DAFTAR ISI.......................................................................................................... iii
BAB
I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang....................................................................................... 1
1.2 Rumusan Masalah.................................................................................. 2
1.3 Manfaat dan Tujuan............................................................................... 2
1.4 Implikasi
keperawatan............................................................................ 2
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
2.1 OSTEOPOROSIS................................................................................. 4
2.1.1 Pengertian ................................................................................... 4
2.1.2 Penyebab...................................................................................... 5
2.1.3 Gejala........................................................................................... 5
2.1.4 Faktor Resiko............................................................................... 5
2.1.5 Terapi........................................................................................... 6
2.2 PENGOBATAN TRADISIONAL CINA............................................ 6
2.2.1 Pengertian.................................................................................... 6
BAB
III ANALISA JURNAL
3.1 Analisa Jurnal......................................................................................... 8
3.2 Kelebihan dan Kekurangan.................................................................. 10
3.3 Aplikasi di Indonesia........................................................................... 10
BAB
IV PENUTUP
4.1 Kesimpulan........................................................................................... 12
4.2 Saran..................................................................................................... 12
DAFTAR
PUSTAKA........................................................................................... 13
LAMPIRAN
BAB
I
PENDAHULUAN
1.1
Latar Belakang
Osteoporosis dapat
dijumpai tersebar di seluruh dunia dan sampai saat ini masih merupakan masalah
dalam kesehatan masyarakat terutama di negara berkembang. Di Amerika Serikat
osteoporosis menyerang 20-25 juta penduduk, 1 diantara 2-3 wanita post-menopause
dan lebih dari 50% penduduk di atas umur 75-80 tahun. Masyarakat atau populasi
osteoporosis yang rentan terhadap fraktur adalah populasi lanjut usia yang
terdapat pada kelompok di atas usia 85 tahun, terutama terdapat pada kelompok
lansia tanpa suatu tindakan pencegahan terhadap osteoporosis. Proses terjadinya
osteoporosis sudah di mulai sejak usia 40 tahun dan pada wanita proses ini akan
semakin cepat pada masa menopause.
Sekitar 80% penderita
penyakit osteoporosis adalah wanita, termasuk wanita muda yang mengalami
penghentian siklus menstruasi. Hilangnya hormon estrogen setelah menopause
meningkatkan risiko terkena osteoporosis. Penyakit osteoporosis yang kerap
disebut penyakit keropos tulang ini ternyata menyerang wanita sejak masih muda.
Tidak dapat dipungkiri penyakit osteoporosis pada wanita ini dipengaruhi oleh
hormon estrogen. Namun, karena gejala baru muncul setelah usia 50 tahun,
penyakit osteoporosis tidak mudah dideteksi secara dini.
Meskipun penyakit
osteoporosis lebih banyak menyerang wanita, pria tetap memiliki risiko terkena
penyakit osteoporosis. Sama seperti pada wanita, penyakit osteoporosis pada
pria juga dipengaruhi estrogen. Bedanya, laki-laki tidak mengalami menopause,
sehingga osteoporosis datang lebih lambat. Jumlah usia lanjut di Indonesia
diperkirakan akan naik 414 persen dalam kurun waktu 1990-2025, sedangkan
perempuan menopause yang tahun 2000 diperhitungkan 15,5 juta akan naik menjadi
24 juta pada tahun 2015. Dapat dibayangkan betapa besar jumlah penduduk yang
dapat terancam penyakit osteoporosis.
Beberapa fakta seputar penyakit
osteoporosis yang dapat meningkatkan kesadaran akan ancaman osteoporosis
berdasar Studi di Indonesia:
• Prevalensi osteoporosis untuk umur kurang dari 70
tahun untuk wanita sebanyak 18-36%,
• sedangkan pria 20-27%, untuk umur di atas 70 tahun
untuk wanita 53,6%, pria 38%.
• Lebih dari
50% keretakan osteoporosis pinggang di seluruh dunia kemungkinan terjadi di
Asia pada 2050
• Mereka yang terserang rata-rata berusia di atas 50
tahun, Satu dari tiga perempuan dan satu dari lima pria di Indonesia terserang
osteoporosis atau keretakan tulang.
• Satu dari Empat orang Indonesia memiliki risiko
terkena penyakit osteoporosis. (depkes, 2015)
Berdasar data Depkes, jumlah penderita osteoporosis di Indonesia jauh
lebih besar dan merupakan Negara dengan penderita osteoporosis terbesar ke 2
setelah Negara Cina.
Oleh
karena itu, dalam makalah ini penyusun akan mencoba menganalisa jurnal yang
berjudul Traditional Chinese medicine formulas for the treatment of
osteoporosis: Implication for antiosteoporotic drug discovery.
1.2
Rumusan Masalah
1.
Bagaimana
perbandingan jurnal utama dengan jurnal pembanding ?
2.
Apa kelebihan
dan kekurangan dari jurnal utama ?
1.3
Tujuan dan Manfaat
Penyusunan makalah ini dilakukan dengan tujuan untuk membantu
masyarakat dalam mengatasi osteoporosis atau osteopenia menggunakan metode
pengobatan tradisional cina.
Dengan membaca makalah yang kami susun,
diharapkan kita bisa mengambil manfaat yang kemudian akan mengarahkan kita
kepada pemahaman yang baik mengenai pengobatan tradisional cina untuk mengobati
osteoporosis atau osteopenia.
1.4
Implikasi
Keperawatan
Perawat sebagai penyuluh. Peran
ini dilakukan dengan membantu klien dalam meningkatkan tingkat pengetahuan
kesehatan, gejala penyakit bahkan tindakan yang diberikan dalam mengatasi
masalah osteopenia sehingga terjadi perubahan perilaku dari klien setelah
dilakukan pendidikan kesehatan. Perawat memberikan edukasi kepada pasien
tentang terapi yang bermanfaat bagi kesehatan klien .
BAB
II
TINJAUAN PUSTAKA
2.1
OSTEOPOROSIS
2.1.1
Pengertian
Osteoporosis
merupakan suatu penyakit yang ditandai dengan rendahnya massa tulang dan
deteriorasi mikroarsitektur jaringan tulang sehingga meningkatkan kerapuhan
tulang serta risiko fraktur. Osteoporosis didiagnosis dengan menilai densitas
tulang yang biasanya dinilai pada pinggul dan tulang belakang. Hasilnya disebut
sebagai skor T yang dibagi menjadi normal (antara -1 sampai 1), osteopenia
(antara -1 sampai -2,5), atau osteoporosis (kurang dari -2,5). Pada usia
pertengahan 30 tahun, sebagian besar orang akan kehilangan kekuatan tulang secara
berangsur-angsur akibat ganguan keseimbangan antara resorpsi dan pembentukan
tulang. Berdasarkan definisi osteoporosis dan osteopenia, sekitar 11% pria dan
27% wanita berusia 60 tahun atau lebih akan mengalami osteoporosis. Sekitar 42%
pria dan 51% wanita mengalami osteopenia .
Osteopenia
adalah suatu kondisi yang berarti kepadatan
mineral tulang (BMD/BoneMineral Density) lebih rendah dari puncak BMD normal tetapi tidak cukup
rendah untuk diklasifikasikan sebagai osteoporosis. Kepadatan mineral tulang adalah pengukuran tingkat
mineral dalam tulang, yang menunjukkan kepadatan dan kekuatannya. Jika BMD
lebih rendah dibandingkan dengan BMD puncak normal, dikatakan mempunyai
osteopenia. Risiko lebih besar, dengan berjalannya waktu, untuk mengembangkan
BMD yang sangat rendah dibandingkan normal, yang dikenal sebagai osteoporosis.
Tes kepadatan mineral tulang, disebut DEXA test, dapat
membantu menentukan massa tulang dan menentukan apakah memiliki kepadatan mineral tulang
yang normal, osteopenia atau osteoporosis. Tes ini memberikan T-score yang
membandingkan kepadatan mineral tulang (BMD) dengan BMD optimal dari orang
dewasa sehat berusia 30 tahun. T-score -1,0 ke atas menunjukkankepadatan tulang yang normal. T-score antara -2.5 dan -1.0 menunjukkan
memiliki massa tulang yang rendah (osteopenia). Sebuah skor di bawah -2,5
menunjukkan osteoporosis.
2.1.2
Penyebab
Penyebabnya adalah kekurangan vitamin D
dan kalsium. Kekurangan vitamin D, menyebabkan hilangnya kalsium dan fosfor,
keduanya berperan penting dalam pembentukan tulang keras dan kuat. Menyebabkan
mudah bungkuk dan patah.
penyebab
lainnya adalah :
·
Jarang terkena sinar matahari.
·
Dampak dari pembedahan (bagian
pencernaan).
·
Gangguan pada ginjal atau liver.
·
Dampak dari obat-obatan. Misalnya
kejang.
2.1.3 Gejala
Pada tahap awal osteopenia dan
osteoporosis mungkin tidak ada gejala. Dengan kehilangan tulang terus mungkin
ada kecenderungan untuk patah tulang. Fraktur umumnya terjadi dari tulang
belakang, pergelangan tangan, atau pinggul.Sebelum patah tulang mungkin ada
nyeri pada tulang. Gejala umum termasuk
nyeri leher atau pinggang, hilangnya tinggi badan, postur membungkuk dan nyeri
tekan di atas tulang panjang.
2.1.4 Faktor Resiko
Terdapat
berbagai faktor risiko yang akan meningkatkan kemungkinan osteoporosis dan
kejadian fraktur. Faktor risiko osteoporosis antara lain usia tua, orang Asia,
struktur tulang kecil, riwayat osteoporosis di keluarga atau fraktur yang
berhubungan dengan osteoporosis di keluarga, riwayat fraktur akibat trauma
ringan, defisiensi hormon estrogen, merokok, alkohol, asupan makanan yang
rendah, obat-obatan seperti glukokortikoid, serta kelainan endokrin
seperti hipertiroidisme. Risiko fraktur umumnya lebih rendah pada orang dengan
osteopenia dibandingkan mereka dengan osteoporosis. Namun, bila hilangnya
massa tulang terus berlanjut maka risiko fraktur akan meningkat.
2.1.5
Terapi
Pilihan terapi pada pasien
dengan osteoporosis di antaranya adalah aktivitas fisik dan mencegah jatuh.
Aktivitas fisik akan memperbaiki kualitas hidup, terutama fungsi fisik dan
nyeri, serta memperbaiki kekuatan otot dan keseimbangan. Terapi lain yang juga
berperan adalah pemberian kalsium dan vitamin D meskipun masih terdapat kontroversi
antara efektivitas dalam mengurangi kejadian fraktur dan efek samping akibat
penggunaan dosis tinggi. Selain itu , beberapa sumber menggatakan untuk
mengatasi masalah osteopenia dapat dilakukan dengan menggunakan Pengobatan Tradisional
Cina yaitu dengan menggunakan bahan-bahan herbal.
2.2
Pengobatan Tradisonal Cina
2.2.1
Pengetian
Yin Yang adalah salah satu konsep pengobatan tradisional cina ,
dan terdapat berbagai macam bentuk pengobatan . Pengobatan ini didasari pada
Teori Kedokteran Tradisional Cina dengan menggunakan obat-obatan yang terbuat
dari bahan herbal . Pengobatan Tradisional Cina (TCM) menyatakan bahwa semua
energi dalam tubuh harus seimbang
terhadap satu sama lain untuk menjadi kesehatan yang baik dan vitalitas, Yin
(substansi) harus diimbangi dengan Yang (energi), yang harus harmonis bekerja
bersama-sama. Yin adalah substansi bagi tubuh. Hal ini diperlukan untuk
membangun kembali Yin pertama sehingga energi Yang dapat membakar. Tidak ada
Yin mutlak, atau Yang mutlak, ada sedikit Yin di Yang dan ada sedikit Yang di
Yin.
Keterhubungan antara Yang dan Yin mengacu pada interaksi diantara keduanya.
Perubahan adalah akar segala sesuatu dan ini dimanifestasikan bilamana Yang
berubah menjadi Yin dan sebaliknya, Yin berubah menjadi Yang. Keseimbangan akan
tercapai lewat proses transformasi timbal-balik, meskipun dalam proses ini
terkadang terjadi goncangan. Pengobatan Cina memandang tubuh sebagai aspek Yang
dan Yin. Keseimbangan dinamis antara aspek Yang dan Yin tubuh ditandai dengan
badan sehat, dan sebagai implikasinya sakit adalah indikasi adanya
ketidakseimbangan antara Yin dan Yang. Jika Yin mendominasi maka timbul
perasaan lemah, lelah; jika Yang mendominasi timbul perasaan mudah tersinggung
dan terbangkit emosinya, karena tubuh panas, pori-pori menutup,sulit bernafas
dan terengah-engah.
Salah satu pengobatan cina yang paling banyak dan paling
sering digunakan untuk menangani masalah osteoporosis adalah ramuan herbal karena memiliki efektifitas dan efek samping
yang rendah dan dapat digunakan dalam jangka aktu yang lama.
BAB
III
ANALISA JURNAL
3.1
Analisa Jurnal
Traditional Chinese medicine
formulas for the treatment of osteoporosis: Implication for antiosteoporotic
drug discovery
Osteoporosis adalah wabah kronis yang dapat menyebabkan peningkatan
kerapuhan tulang dan konsekuen peningkatan risiko patah tulang. Pengobatan Cina
(TCM) formula tradisional memiliki sejarah panjang digunakan dalam pencegahan
dan pengobatan osteoporosis. Antiosteoporotic TCM formula memiliki keuntungan
mencolok atas obat tunggal. Sistematis data dari TCM database rumus yang ada
antiosteoporotic pasti bisa membantu proses penemuan obat dan membantu
identifikasi yang aman dengan formulasi sinergis. Dalam ulasan ini, penulis
merangkum klinis penggunaan dan hewan percobaan dari TCM formula dan mekanisme
kerjanya, dan mendiskusikan aktivitas antiosteoporotic potensi dan konstituen
aktif dari tumbuh-tumbuhan yang biasa digunakan dalam formula TCM untuk terapi
osteoporosis.
Tiga puluh tiga TCM formula yang biasa digunakan untuk mengobati
osteoporosis, dan menunjukkan efek antiosteoporotic signifikan pada manusia dan
hewan. Obat-obatan herbal dan kandungan kimia dalam formula TCM yang dirangkum,
efek farmakologis dan kandungan kimia dari tumbuhan yang biasa digunakan dalam
formula TCM telah dijelaskan secara rinci. Mekanisme aksi TCM formula dan
kandungan kimia mereka dijelaskan. Akhirnya, implikasi untuk penemuan
antiosteoporotic dan bahan-bahan kombinasi dari formula TCM yang prospektif
dibahas.
Ada beberapa akumulasi bukti nilai TCM dalam pengobatan osteoporosis. EXD,
formula TCM terdiri dari orchioides Curculigo Gaertn. (Rimpang, hypoxidaceae),
Epimedium tanaman (daun, Berberidaceae), Phellodendron chinense C. K. Schneid
(Bark, Rutaceae), Morinda officinalis F. C. Bagaimana (Root, Rubiaceae),
Angelica sinensis (Oliv.) Diels (Root, Apiaceae), asphodeloides Anemarrhena Bunge
(Rimpang, Liliaceae). Dengan menyelidiki antiosteoporotic yang kandungan kimia
dan hubungan interaksi mereka, kami menemukan bahwa icariin dan icaritin dari
daun Epimedium memiliki estrogen-seperti aktivitas dan efek regulasi pada metabolisme
tulang; curculigoside dari rimpang Curculigo orchioides Gaertn. adalah
antioksidan dan agen pelindung untuk osteoblas cedera; berberin dari kulit Phellodendron
chinense adalah inhibitor untuk resorpsi tulang; Timosaponin dari rimpang
Anemarrhena asphodeloides dan asam ferulat dari akar Angelica sinensis,
masing-masing adalah tulang agen anabolik. Selain itu, akar Morinda officinalis
mengandung glikosida iridoid dan antrakuinon, yang telah terbukti memiliki
anti-in-flammation dan efek penghambatan pada resorpsi tulang
Praktek dan hewan klinis percobaan menunjukkan bahwa TCM formula
memberikan efek terapi yang pasti pada osteoporosis. Konstituen aktif dalam
formula TCM beragam dalam struktur kimia, dan termasuk flavonoid, lignan,
saponin dan glikosida iridoid. Mekanisme Antiosteoporotic TCM formula dan
herbal melibatkan jalur regulasi multi-, seperti Wnt / β-catenin, BMP / Smad,
MAPK dan sistem RANKL / OPG. Fitokimia dari TCM formula dan obat-obatan herbal
komposisi mereka menawarkan potensi besar untuk pengembangan obat
antiosteoporotic baru. Bahan aktif dalam formula TCM dapat dikembangkan dalam
kombinasi dengan obat ampuh, yang mungkin menunjukkan efek antiosteoporotic
lebih baik dibandingkan dengan senyawa individu.
Terdapat
beberapa jurnal yang mendukung penggunaan obat herbal untuk mencegah dan
mengatasi osteopenia yaitu jurnal yang berjudul “ Developing an Effective Health
Supplement for the prevention osteoporosis “ yang menjelaskan tentang
efek dari ramuan pengobatan herbal yang mendukung kesehatan tulang . Dalam
jurnal ini juga dilakukan penelitian dengan menggunakan placebo yang diacak dan
ramuan cina untuk mengetahui hasil dari
perubahan densitas tulang pada wanita post menopause di tulang belakang,
femoralis dan bagian tibia , kualitas hidup dan kenyamanan. Dan didapatkan
hasil bahwa ramuan cina lebih efektif bekerja untuk mengatasi osteopenia.
Jika
dibandingkan dengan jurnal yang berjudul Classic Yin and Yang Tonic Formula for
Osteopenia: Study Protocol for A Randomized Controlled Trial yang menjelaskan
tentang penelitian menggunakan obat tradisional cina ( The Classic Yin and Yang
Tonic Formula ) telah digunaka untuk mengobati osteoporosis atau osteopenia dalam
pengobatan tradisional cina (TCM) untuk waktu yang lama. Dalam jurnal
pembanding dijelaskan bahwa penggunaan 1 jenis tanaman mendapatkan hasil yang
kurang efektif dalam mengatasi osteoporosis, jika dibandingkan dengan jurnal
utama dan pendukung yang menggunakan penggabungan tanaman.
3.2 Kelebihan dan Kekurangan
Kelebihan
jurnal utama antara lain :
1. TCM
formula menunjukkan efek antiosteoporotic lebih baik dari senyawa tunggal.
2. Dibandingkan
dengan obat kimia, TCM formula memiliki keuntungan efek samping yang lebih
sedikit, relatif murah, dan cocok untuk penggunaan jangka panjang.
3. TCM
formula tidak hanya dapat memperbaiki mikroarsitektur tulang, meningkatkan
massa tulang, meningkatkan biomekanik tulang properti, tetapi juga dapat
mengurangi atau menghilangkan kelemahan lumbal,nyeri punggung dan gejala lain.
4. Back
to Nature.
Kelemahan Jurnal :
1. Banyaknya
tumbuhan yang digunakan membuat sulit untuk diterapkan oleh masyarakat.
3.4 Aplikasi di Indonesia
Pengaplikasian
pengobatan tradisional cina di Indonesia telah diterapkan dibanyak klinik
pengobatan tradisional cina. Pengobatan tradisional memang sangat diminati
sebagai pilihan pengobatan alternatif. Di Indonesia sendiri, jumlah masyarakat
yang memanfaatkan pengobatan tradisional ini terus meningkat setiap tahunnya.
Pada tahun 2001, menurut Survei Sosial Ekonomi Nasional, ada sekitar 57,7
persen penduduk Indonesia yang melakukan pengobatan sendiri, 31,7 persen
menggunakan obat tradisional, dan 9,8 persen memilih cara pengobatan
tradisional.
BAB IV
PENUTUP
4.1 Kesimpulan
Osteoporosis merupakan masalah yang
berkembang di seluruh dunia, dengan resiko terbesar akibat patah tulang. Namun
demikian, sebagian besar patah tulang pada orang dewasa terjadi pada
orang-orang dengan "Osteopenia" (bone mineral density (BMD) dan cukup lebih rendah dibandingkan orang normal
muda. Osteopenia adalah suatu kondisi yang berarti kepadatan mineral tulang (BMD/BoneMineral Density) lebih
rendah dari puncak BMD normal tetapi tidak cukup rendah untuk diklasifikasikan
sebagai osteoporosis. Penyebabnya adalah kekurangan vitamin D dan
kalsium. Kekurangan vitamin D, menyebabkan hilangnya kalsium dan fosfor,
keduanya berperan penting dalam pembentukan tulang keras dan kuat. Pilihan terapi pada pasien dengan osteoporosis di
antaranya adalah aktivitas fisik dan mencegah jatuh. Aktivitas fisik akan
memperbaiki kualitas hidup, terutama fungsi fisik dan nyeri, serta memperbaiki
kekuatan otot dan keseimbangan.
Dalam jurnal berjudul “Traditional
Chinese medicine formulas for the treatment of osteoporosis: Implication for
antiosteoporotic drug discovery” dan “Developing
an Effective Health Supplement for the prevention osteoporosis” jurnal
pendukung memiliki hasil
pengobatan yang lebih efektif untuk mengatasi penyakit tidak menular
osteoporosis atau osteopenia disbanding dengan jurnal pembanding berjudul “Classic
Yin and Yang Tonic Formula for Osteopenia: Study Protocol for A Randomized
Controlled Trial”
4.2
Saran
Makalah ini semoga dapat membantu
kita lebih memahami tentang pengobatan tradisonal cina untuk mengatasi penyakit
osteoporosis. Mohon permakluman dari semuanya jika dalam makalah ini masih
terdapat banyak kekeliruan baik bahasa maupun pemahaman.
DAFTAR PUSTAKA
Nai-Dan Zhang, dkk. 2016. Tradisional
Chinese Medicine Formulas for the treatment of osteoporosis: Implication for
antiosteoporotic drug discovery. Retrived :http://www.sciencedirect.com/science/article/pii/S0378874116302975
Yang, Feng, et al. 2011. Classic Yin and
Yang Tonic Formula for Ostopenia: Study Protocol for a Randomized. China:
Licensee BioMed Central Ltd
Leung, P. C., et al. 2012. Developing an
Effective Health Supplement for the Prevention of Osteoporosis. International
Journal of Osteoporosis and Metabolic Disorders. China: Asian Network for
Scientific Information
Resultanti.
2012. Peran Terapi Non-farmakologis pada Osteoporosis dan Osteoartritis.
Retrieved : http://www.jurnalmedika.com
Depkes.
2015. Data dan Kondisi Penyakit OSTEOPOROSIS di Indonesia. Retrieved :http://www.depkes.go.id/resources/download/pusdatin/infodatin/infodatin-osteoporosis.pdf
Amijaya, Dedy T. 2015. Menuju Back
To Nature dengan Pengobatan Tradisional.
Retrieved:www.kompasiana.com
Label:
Makalah
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
0 komentar: