Popular Posts

Blogger templates

Blogger news

Blogroll

About

Diberdayakan oleh Blogger.
Senin, 14 November 2016







ANALISIS JURNAL INTERNASIONAL


Traditional Chinese Medicine Formulas for the Treatment of Osteoporosis: Implication for Antiosteoporotic Drug Discovery


TUGAS P2MABA
Diajukan guna melengkapi tugas P2MABA



oleh
Sukma Ningrum
NIM 162310101194






PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATAN
UNIVERSITAS JEMBER
2016
PRAKATA

Puji syukur ke hadirat Allah SWT. Atas segala rahmat dan karunia-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan analisis jurnal yang berjudul Traditional Chinese medicine formulas for the treatment of osteoporosis: Implication for antiosteoporotic drug discovery. Analisa jurnal ini guna memenuhi tugas P2MABA tahun 2016 pada jurusan Program Studi Ilmu Keperawatan Universitas Jember.
Penyelesaian analisis jurnal ini tidak lepas dari bantuan pihak lain. Oleh karena itu, penulis menyampaikan terimakasih kepada kakak tingkat dan teman-teman yang telah membantu dalam menganalisa jurnal ini.
Penulis juga menerima segala kritik dan saran dari semua pihak demi kesempurnaan analisa jurnal ini. Akhirnya penulis berharap, semoga analisa jurnal ini dapat bermanfaat.


Jember, 14 Oktober 2016


Penulis












DAFTAR ISI

Halaman
HALAMAN JUDUL............................................................................................... i
PRAKATA.............................................................................................................. ii
DAFTAR ISI.......................................................................................................... iii
BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang....................................................................................... 1
1.2 Rumusan Masalah.................................................................................. 2
1.3 Manfaat dan Tujuan............................................................................... 2
1.4 Implikasi keperawatan............................................................................ 2
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
2.1 OSTEOPOROSIS................................................................................. 4
                   2.1.1 Pengertian ................................................................................... 4
                   2.1.2 Penyebab...................................................................................... 5
                   2.1.3 Gejala........................................................................................... 5
                   2.1.4 Faktor Resiko............................................................................... 5
                   2.1.5 Terapi........................................................................................... 6
            2.2 PENGOBATAN TRADISIONAL CINA............................................ 6
                   2.2.1 Pengertian.................................................................................... 6
BAB III ANALISA JURNAL
            3.1 Analisa Jurnal......................................................................................... 8
            3.2 Kelebihan dan Kekurangan.................................................................. 10
            3.3 Aplikasi di Indonesia........................................................................... 10
BAB IV PENUTUP
            4.1 Kesimpulan........................................................................................... 12
            4.2 Saran..................................................................................................... 12
DAFTAR PUSTAKA........................................................................................... 13
LAMPIRAN


BAB I
PENDAHULUAN

1.1  Latar Belakang
Osteoporosis dapat dijumpai tersebar di seluruh dunia dan sampai saat ini masih merupakan masalah dalam kesehatan masyarakat terutama di negara berkembang. Di Amerika Serikat osteoporosis menyerang 20-25 juta penduduk, 1 diantara 2-3 wanita post-menopause dan lebih dari 50% penduduk di atas umur 75-80 tahun. Masyarakat atau populasi osteoporosis yang rentan terhadap fraktur adalah populasi lanjut usia yang terdapat pada kelompok di atas usia 85 tahun, terutama terdapat pada kelompok lansia tanpa suatu tindakan pencegahan terhadap osteoporosis. Proses terjadinya osteoporosis sudah di mulai sejak usia 40 tahun dan pada wanita proses ini akan semakin cepat pada masa menopause.
Sekitar 80% penderita penyakit osteoporosis adalah wanita, termasuk wanita muda yang mengalami penghentian siklus menstruasi. Hilangnya hormon estrogen setelah menopause meningkatkan risiko terkena osteoporosis. Penyakit osteoporosis yang kerap disebut penyakit keropos tulang ini ternyata menyerang wanita sejak masih muda. Tidak dapat dipungkiri penyakit osteoporosis pada wanita ini dipengaruhi oleh hormon estrogen. Namun, karena gejala baru muncul setelah usia 50 tahun, penyakit osteoporosis tidak mudah dideteksi secara dini.
Meskipun penyakit osteoporosis lebih banyak menyerang wanita, pria tetap memiliki risiko terkena penyakit osteoporosis. Sama seperti pada wanita, penyakit osteoporosis pada pria juga dipengaruhi estrogen. Bedanya, laki-laki tidak mengalami menopause, sehingga osteoporosis datang lebih lambat. Jumlah usia lanjut di Indonesia diperkirakan akan naik 414 persen dalam kurun waktu 1990-2025, sedangkan perempuan menopause yang tahun 2000 diperhitungkan 15,5 juta akan naik menjadi 24 juta pada tahun 2015. Dapat dibayangkan betapa besar jumlah penduduk yang dapat terancam penyakit osteoporosis.
            Beberapa fakta seputar penyakit osteoporosis yang dapat meningkatkan kesadaran akan ancaman osteoporosis berdasar Studi di Indonesia:
• Prevalensi osteoporosis untuk umur kurang dari 70 tahun untuk wanita sebanyak 18-36%,
• sedangkan pria 20-27%, untuk umur di atas 70 tahun untuk wanita 53,6%, pria 38%.
•  Lebih dari 50% keretakan osteoporosis pinggang di seluruh dunia kemungkinan terjadi di Asia pada 2050
• Mereka yang terserang rata-rata berusia di atas 50 tahun, Satu dari tiga perempuan dan satu dari lima pria di Indonesia terserang osteoporosis atau keretakan tulang.
• Satu dari Empat orang Indonesia memiliki risiko terkena penyakit osteoporosis. (depkes, 2015)
            Berdasar data Depkes, jumlah penderita osteoporosis di Indonesia jauh lebih besar dan merupakan Negara dengan penderita osteoporosis terbesar ke 2 setelah Negara Cina.
Oleh karena itu, dalam makalah ini penyusun akan mencoba menganalisa jurnal yang berjudul Traditional Chinese medicine formulas for the treatment of osteoporosis: Implication for antiosteoporotic drug discovery.
           
1.2  Rumusan Masalah
1.      Bagaimana perbandingan jurnal utama dengan jurnal pembanding ?
2.      Apa kelebihan dan kekurangan dari jurnal utama ?

1.3  Tujuan dan Manfaat
Penyusunan makalah ini dilakukan dengan tujuan untuk membantu masyarakat dalam mengatasi osteoporosis atau osteopenia menggunakan metode pengobatan tradisional cina.
Dengan membaca makalah yang kami susun, diharapkan kita bisa mengambil manfaat yang kemudian akan mengarahkan kita kepada pemahaman yang baik mengenai pengobatan tradisional cina untuk mengobati osteoporosis atau osteopenia.

1.4  Implikasi Keperawatan
Perawat sebagai penyuluh. Peran ini dilakukan dengan membantu klien dalam meningkatkan tingkat pengetahuan kesehatan, gejala penyakit bahkan tindakan yang diberikan dalam mengatasi masalah osteopenia sehingga terjadi perubahan perilaku dari klien setelah dilakukan pendidikan kesehatan. Perawat memberikan edukasi kepada pasien tentang terapi yang bermanfaat bagi kesehatan klien .




















                                                                             








BAB II
 TINJAUAN PUSTAKA

2.1 OSTEOPOROSIS
          2.1.1 Pengertian
Osteoporosis merupakan suatu pe­nya­kit yang ditandai dengan rendahnya massa tulang dan deteriorasi mikroarsitektur jaringan tulang sehingga mening­katkan kerapuhan tulang serta risiko fraktur. Osteoporosis didiagnosis dengan menilai densitas tulang yang biasanya dinilai pada pinggul dan tulang belakang. Hasilnya disebu­t sebagai skor T yang dibagi menjadi normal (antara -1 sampai 1), osteopenia (antar­a -1 sampai -2,5), atau osteoporosis (kurang dari -2,5). Pada usia pertengahan 30 tahun, sebagian besar orang akan kehilangan kekuatan tulang secara berangsur-angsur aki­b­at ganguan keseimbangan antara resorpsi dan pembentukan tulang. Berdasarkan defini­si osteoporosis dan osteopenia, sekitar 11% pria dan 27% wanita berusia 60 tahun atau lebih akan mengalami osteoporosis. Sekitar 42% pria dan 51% wanita mengalami osteopenia .
Osteopenia adalah suatu kondisi yang berarti kepadatan mineral tulang (BMD/BoneMineral Density) lebih rendah dari puncak BMD normal tetapi tidak cukup rendah untuk diklasifikasikan sebagai osteoporosis. Kepadatan mineral tulang adalah pengukuran tingkat mineral dalam tulang, yang menunjukkan kepadatan dan kekuatannya. Jika BMD lebih rendah dibandingkan dengan BMD puncak normal, dikatakan mempunyai osteopenia. Risiko lebih besar, dengan berjalannya waktu, untuk mengembangkan BMD yang sangat rendah dibandingkan normal, yang dikenal sebagai osteoporosis. Tes kepadatan mineral tulang, disebut DEXA test, dapat membantu menentukan massa tulang dan menentukan apakah memiliki kepadatan mineral tulang yang normal, osteopenia atau osteoporosis. Tes ini memberikan T-score yang membandingkan kepadatan mineral tulang (BMD) dengan BMD optimal dari orang dewasa sehat berusia 30 tahun. T-score -1,0 ke atas menunjukkankepadatan tulang yang normal. T-score antara -2.5 dan -1.0 menunjukkan memiliki massa tulang yang rendah (osteopenia). Sebuah skor di bawah -2,5 menunjukkan  osteoporosis.

            2.1.2 Penyebab
Penyebabnya adalah kekurangan vitamin D dan kalsium. Kekurangan vitamin D, menyebabkan hilangnya kalsium dan fosfor, keduanya berperan penting dalam pembentukan tulang keras dan kuat. Menyebabkan mudah bungkuk dan patah.
penyebab lainnya adalah :
·         Jarang terkena sinar matahari.
·         Dampak dari pembedahan (bagian pencernaan).
·         Gangguan pada ginjal atau liver.
·         Dampak dari obat-obatan. Misalnya kejang.

2.1.3  Gejala
Pada tahap awal osteopenia dan osteoporosis mungkin tidak ada gejala. Dengan kehilangan tulang terus mungkin ada kecenderungan untuk patah tulang. Fraktur umumnya terjadi dari tulang belakang, pergelangan tangan, atau pinggul.Sebelum patah tulang mungkin ada nyeri  pada tulang. Gejala umum termasuk nyeri leher atau pinggang, hilangnya tinggi badan, postur membungkuk dan nyeri tekan di atas tulang panjang.
2.1.4 Faktor Resiko
Terdapat berbagai faktor risiko yang akan meningkatkan kemungkinan osteoporosis dan kejadian fraktur. Faktor risiko osteoporosis antara lain usia tua, orang Asia, struktur tulang kecil, riwayat osteoporosis di keluarga atau fraktur yang berhubungan dengan osteo­porosis di keluarga, riwayat fraktur akiba­t trauma ringan, defisiensi hormon estrog­en, merokok, alkohol, asupan ma­kanan yang rendah, obat-obatan seperti glukokortikoid,  serta kelainan endokrin seperti hipertiroidisme. Risiko fraktur umumny­a lebih rendah pada orang dengan osteopenia dibandingkan mereka dengan osteoporo­sis. Namun, bila hilangnya massa tulang terus berlanjut maka risiko fraktur akan meningkat. 
2.1.5        Terapi
Pilihan terapi pada pasien dengan osteoporosis di antaranya adalah aktivitas fisik dan mencegah jatuh. Aktivitas fisik akan memperbaiki kualitas hidup, terutama fungsi fisik dan nyeri, serta memperbaiki kekuatan otot dan keseimbangan. Terapi lain yang juga berperan adalah pemberian kalsium dan vitami­n D meskipun masih terdapat kon­trover­si antara efektivitas dalam mengurangi kejadian fraktur dan efek samping akibat penggunaan dosis tinggi. Selain itu , beberapa sumber menggatakan untuk mengatasi masalah osteopenia dapat dilakukan dengan menggunakan Pengobatan Tradisional Cina yaitu dengan menggunakan bahan-bahan herbal.
2.2 Pengobatan Tradisonal Cina
            2.2.1 Pengetian 
            Yin Yang adalah salah satu konsep pengobatan tradisional cina , dan terdapat berbagai macam bentuk pengobatan . Pengobatan ini didasari pada Teori Kedokteran Tradisional Cina dengan menggunakan obat-obatan yang terbuat dari bahan herbal . Pengobatan Tradisional Cina (TCM) menyatakan bahwa semua energi dalam tubuh harus  seimbang terhadap satu sama lain untuk menjadi kesehatan yang baik dan vitalitas, Yin (substansi) harus diimbangi dengan Yang (energi), yang harus harmonis bekerja bersama-sama. Yin adalah substansi bagi tubuh. Hal ini diperlukan untuk membangun kembali Yin pertama sehingga energi Yang dapat membakar. Tidak ada Yin mutlak, atau Yang mutlak, ada sedikit Yin di Yang dan ada sedikit Yang di Yin. Keterhubungan antara Yang dan Yin mengacu pada interaksi diantara keduanya. Perubahan adalah akar segala sesuatu dan ini dimanifestasikan bilamana Yang berubah menjadi Yin dan sebaliknya, Yin berubah menjadi Yang. Keseimbangan akan tercapai lewat proses transformasi timbal-balik, meskipun dalam proses ini terkadang terjadi goncangan. Pengobatan Cina memandang tubuh sebagai aspek Yang dan Yin. Keseimbangan dinamis antara aspek Yang dan Yin tubuh ditandai dengan badan sehat, dan sebagai implikasinya sakit adalah indikasi adanya ketidakseimbangan antara Yin dan Yang. Jika Yin mendominasi maka timbul perasaan lemah, lelah; jika Yang mendominasi timbul perasaan mudah tersinggung dan terbangkit emosinya, karena tubuh panas, pori-pori menutup,sulit bernafas dan terengah-engah.
            Salah satu pengobatan cina yang paling banyak dan paling sering digunakan untuk menangani masalah osteoporosis adalah ramuan herbal  karena memiliki efektifitas dan efek samping yang rendah dan dapat digunakan dalam jangka aktu yang lama.

















BAB III
 ANALISA JURNAL

3.1 Analisa Jurnal
Traditional Chinese medicine formulas for the treatment of osteoporosis: Implication for antiosteoporotic drug discovery
Osteoporosis adalah wabah kronis yang dapat menyebabkan peningkatan kerapuhan tulang dan konsekuen peningkatan risiko patah tulang. Pengobatan Cina (TCM) formula tradisional memiliki sejarah panjang digunakan dalam pencegahan dan pengobatan osteoporosis. Antiosteoporotic TCM formula memiliki keuntungan mencolok atas obat tunggal. Sistematis data dari TCM database rumus yang ada antiosteoporotic pasti bisa membantu proses penemuan obat dan membantu identifikasi yang aman dengan formulasi sinergis. Dalam ulasan ini, penulis merangkum klinis penggunaan dan hewan percobaan dari TCM formula dan mekanisme kerjanya, dan mendiskusikan aktivitas antiosteoporotic potensi dan konstituen aktif dari tumbuh-tumbuhan yang biasa digunakan dalam formula TCM untuk terapi osteoporosis.
Tiga puluh tiga TCM formula yang biasa digunakan untuk mengobati osteoporosis, dan menunjukkan efek antiosteoporotic signifikan pada manusia dan hewan. Obat-obatan herbal dan kandungan kimia dalam formula TCM yang dirangkum, efek farmakologis dan kandungan kimia dari tumbuhan yang biasa digunakan dalam formula TCM telah dijelaskan secara rinci. Mekanisme aksi TCM formula dan kandungan kimia mereka dijelaskan. Akhirnya, implikasi untuk penemuan antiosteoporotic dan bahan-bahan kombinasi dari formula TCM yang prospektif dibahas.
Ada beberapa akumulasi bukti nilai TCM dalam pengobatan osteoporosis. EXD, formula TCM terdiri dari orchioides Curculigo Gaertn. (Rimpang, hypoxidaceae), Epimedium tanaman (daun, Berberidaceae), Phellodendron chinense C. K. Schneid (Bark, Rutaceae), Morinda officinalis F. C. Bagaimana (Root, Rubiaceae), Angelica sinensis (Oliv.) Diels (Root, Apiaceae), asphodeloides Anemarrhena Bunge (Rimpang, Liliaceae). Dengan menyelidiki antiosteoporotic yang kandungan kimia dan hubungan interaksi mereka, kami menemukan bahwa icariin dan icaritin dari daun Epimedium memiliki estrogen-seperti aktivitas dan efek regulasi pada metabolisme tulang; curculigoside dari rimpang Curculigo orchioides Gaertn. adalah antioksidan dan agen pelindung untuk osteoblas cedera; berberin dari kulit Phellodendron chinense adalah inhibitor untuk resorpsi tulang; Timosaponin dari rimpang Anemarrhena asphodeloides dan asam ferulat dari akar Angelica sinensis, masing-masing adalah tulang agen anabolik. Selain itu, akar Morinda officinalis mengandung glikosida iridoid dan antrakuinon, yang telah terbukti memiliki anti-in-flammation dan efek penghambatan pada resorpsi tulang
Praktek dan hewan klinis percobaan menunjukkan bahwa TCM formula memberikan efek terapi yang pasti pada osteoporosis. Konstituen aktif dalam formula TCM beragam dalam struktur kimia, dan termasuk flavonoid, lignan, saponin dan glikosida iridoid. Mekanisme Antiosteoporotic TCM formula dan herbal melibatkan jalur regulasi multi-, seperti Wnt / β-catenin, BMP / Smad, MAPK dan sistem RANKL / OPG. Fitokimia dari TCM formula dan obat-obatan herbal komposisi mereka menawarkan potensi besar untuk pengembangan obat antiosteoporotic baru. Bahan aktif dalam formula TCM dapat dikembangkan dalam kombinasi dengan obat ampuh, yang mungkin menunjukkan efek antiosteoporotic lebih baik dibandingkan dengan senyawa individu.
Terdapat beberapa jurnal yang mendukung penggunaan obat herbal untuk mencegah dan mengatasi osteopenia yaitu jurnal yang berjudul “ Developing an Effective Health Supplement for the prevention osteoporosis “ yang menjelaskan tentang efek dari ramuan pengobatan herbal yang mendukung kesehatan tulang . Dalam jurnal ini juga dilakukan penelitian dengan menggunakan placebo yang diacak dan ramuan cina  untuk mengetahui hasil dari perubahan densitas tulang pada wanita post menopause di tulang belakang, femoralis dan bagian tibia , kualitas hidup dan kenyamanan. Dan didapatkan hasil bahwa ramuan cina lebih efektif bekerja untuk mengatasi osteopenia.
Jika dibandingkan dengan jurnal yang berjudul Classic Yin and Yang Tonic Formula for Osteopenia: Study Protocol for A Randomized Controlled Trial yang menjelaskan tentang penelitian menggunakan obat tradisional cina ( The Classic Yin and Yang Tonic Formula ) telah digunaka untuk mengobati osteoporosis atau osteopenia dalam pengobatan tradisional cina (TCM) untuk waktu yang lama. Dalam jurnal pembanding dijelaskan bahwa penggunaan 1 jenis tanaman mendapatkan hasil yang kurang efektif dalam mengatasi osteoporosis, jika dibandingkan dengan jurnal utama dan pendukung yang menggunakan penggabungan tanaman.
3.2 Kelebihan dan Kekurangan
            Kelebihan jurnal utama antara lain :
1.      TCM formula menunjukkan efek antiosteoporotic lebih baik dari senyawa tunggal.
2.      Dibandingkan dengan obat kimia, TCM formula memiliki keuntungan efek samping yang lebih sedikit, relatif murah, dan cocok untuk penggunaan jangka panjang.
3.      TCM formula tidak hanya dapat memperbaiki mikroarsitektur tulang, meningkatkan massa tulang, meningkatkan biomekanik tulang properti, tetapi juga dapat mengurangi atau menghilangkan kelemahan lumbal,nyeri punggung dan gejala lain.
4.      Back to Nature.

Kelemahan Jurnal :
1.      Banyaknya tumbuhan yang digunakan membuat sulit untuk diterapkan oleh masyarakat.

3.4  Aplikasi di Indonesia
Pengaplikasian pengobatan tradisional cina di Indonesia telah diterapkan dibanyak klinik pengobatan tradisional cina. Pengobatan tradisional memang sangat diminati sebagai pilihan pengobatan alternatif. Di Indonesia sendiri, jumlah masyarakat yang memanfaatkan pengobatan tradisional ini terus meningkat setiap tahunnya. Pada tahun 2001, menurut Survei Sosial Ekonomi Nasional, ada sekitar 57,7 persen penduduk Indonesia yang melakukan pengobatan sendiri, 31,7 persen menggunakan obat tradisional, dan 9,8 persen memilih cara pengobatan tradisional.





           





           
           














BAB IV
PENUTUP

4.1 Kesimpulan
            Osteoporosis merupakan masalah yang berkembang di seluruh dunia, dengan resiko terbesar akibat patah tulang. Namun demikian, sebagian besar patah tulang pada orang dewasa terjadi pada orang-orang dengan "Osteopenia" (bone mineral density (BMD) dan  cukup lebih rendah dibandingkan orang normal muda. Osteopenia adalah suatu kondisi yang berarti kepadatan mineral tulang (BMD/BoneMineral Density) lebih rendah dari puncak BMD normal tetapi tidak cukup rendah untuk diklasifikasikan sebagai osteoporosis. Penyebabnya adalah kekurangan vitamin D dan kalsium. Kekurangan vitamin D, menyebabkan hilangnya kalsium dan fosfor, keduanya berperan penting dalam pembentukan tulang keras dan kuat. Pilihan terapi pada pasien dengan osteoporosis di antaranya adalah aktivitas fisik dan mencegah jatuh. Aktivitas fisik akan memperbaiki kualitas hidup, terutama fungsi fisik dan nyeri, serta memperbaiki kekuatan otot dan keseimbangan.
            Dalam jurnal berjudul Traditional Chinese medicine formulas for the treatment of osteoporosis: Implication for antiosteoporotic drug discovery” dan Developing an Effective Health Supplement for the prevention osteoporosis” jurnal pendukung  memiliki hasil pengobatan yang lebih efektif untuk mengatasi penyakit tidak menular osteoporosis atau osteopenia disbanding dengan jurnal pembanding berjudul Classic Yin and Yang Tonic Formula for Osteopenia: Study Protocol for A Randomized Controlled Trial”
4.2 Saran
            Makalah ini semoga dapat membantu kita lebih memahami tentang pengobatan tradisonal cina untuk mengatasi penyakit osteoporosis. Mohon permakluman dari semuanya jika dalam makalah ini masih terdapat banyak kekeliruan baik bahasa maupun pemahaman.


DAFTAR PUSTAKA

Nai-Dan Zhang, dkk. 2016. Tradisional Chinese Medicine Formulas for the treatment of osteoporosis: Implication for antiosteoporotic drug discovery. Retrived :http://www.sciencedirect.com/science/article/pii/S0378874116302975
Yang, Feng, et al. 2011. Classic Yin and Yang Tonic Formula for Ostopenia: Study Protocol for a Randomized. China: Licensee BioMed Central Ltd
Leung, P. C., et al. 2012. Developing an Effective Health Supplement for the Prevention of Osteoporosis. International Journal of Osteoporosis and Metabolic Disorders. China: Asian Network for Scientific Information
Resultanti. 2012. Peran Terapi Non-farmakologis pada Osteoporosis dan Osteoartritis. Retrieved : http://www.jurnalmedika.com
Depkes. 2015. Data dan Kondisi Penyakit OSTEOPOROSIS di Indonesia. Retrieved :http://www.depkes.go.id/resources/download/pusdatin/infodatin/infodatin-osteoporosis.pdf
Amijaya, Dedy T. 2015. Menuju Back To Nature dengan Pengobatan Tradisional.
Retrieved:www.kompasiana.com



0 komentar: